Liburan Penangkal Bunuh Diri

Liburan Penangkal Bunuh Diri

Adakah yang tidak mengenal liburan? Liburan menjadi idaman untuk semua orang. Banyak pilihan yang dapat dilakukan saat liburan. Seperti di pantai,gunung,dan tempat-tempat wisata lainnya. Tahukah anda apa hukum liburan? Liburan itu hukumnya wajib. Mengapa demikian? Karena liburan akan menimbulkan kebahagiaan dan menjadi salahsatu cara untuk pencegahan bunuh diri.

Banyak orang bertanya-tanya, apa hubungannya liburan akan mencegah seseorang melakukan bunuh diri. Ini jawabannya. Liburan merupakan kegiatan yang dilakukan bersama keluarga, sahabat maupun orang terdekat ke suatu tempat. Tempat tersebut dipilih sebagai tempat yang menarik untuk mengisi liburan. Dengan liburan dapat menghilangkan penat yang ada dalam otak. Karena sesekali otak perlu istirahat untuk berfikir keras. Saat seseorang memiliki masalah, liburan menjadi alternatif untuk melupakan sejenak apa yang sedang dihadapi. Agar setelah itu ia mampu berfikir jernih untuk menyelesaikan permasalahannya. Jika otak tidak beristirahat sejenak seperti saat bermain judi bola, pikiran di otaknya akan semakin menumpuk. Seperti berenang memerlukan istirahat bernafas, otak juga memerlukan istirahat. Akan ada kejenuhan karena di tuntut untuk selalu berfikir keras.

Kejenuhan yang terjadi pada otak akan menimbulkan stress. Tidak baik bagi psikis seseorang jika di tuntut selalu berfikir. Saat merasa kejenuhan pada otak, dan memiliki tanda-tanda yang mengarah pada bunuh diri ataupun menyakiti diri sendiri akan lebih baik untuk mengistirahatkan otak sejenak dengan liburan. Tanda-tanda yang terjadi, yang pertama seseorang akan merasa asing dari kehidupan sosial dan ia mulai mengasingkan dirinya sendiri dari lingkungan masyarakat. Kemudian merasa tidak takut akan kematian, hal ini sangat berbahaya dan memacu seseorang dengan cepat untuk melakukan bunuh diri. Orang yang beresiko melakukan bunuh diri lebih cenderung menyalahdan diri sendiri dan merasa tidak kuat dengan masalah yang dihadapi. Sehingga sebelum mengalami tanda-tanda tersebut akan lebih baik jika rutin melakukan liburan. Tidak perlu liburan yang jauh maupun mahal, pergi ke suatu tempat yang sederhana bersama teman maupun keluarga sudah cukup untuk mengistirahatkan otak. Dan kejenuhan otak yang akan menimbulkan seseorang memiliki tanda-tanda beresiko bunuh diri tidak akan terjadi.

About

View all posts by

Leave a Reply